Posted in Diary, Facebook

Facebook

Anak jerapah
Anak jerapah

Facebook (Fb).  Saya bergabung dengan Fb tahun 2008 diajak oleh adik saya. Sifat introvert , tempat tinggal saya yang kota kecil dan akses internet yang masih minim membuat saya sangat-sangat terkucil dari hingar-bingar internet, terkucil dari keluarga, dari teman dan rupa-rupa kemajuan kota besar. Dasar dari semua keterkucilan saya adalah sifat introvert. Tidak terbuka, tidak bertukar informasi , tidak punya koneksi untuk membuka wawasan , minim teman , hanya berkutat dengan imajinasi sendiri , begitulah mayoritas sehari-hari dilalui. Boleh lah gambar anak jerapah di atas mewakili kondisi keterkucilan saya. Datangnya pembukaan wawasan dan network melalui facebook merupakan pertolongan khusus yang baik. Seperti tarzan masuk kota, menjadi norak, …  Saya menjadi membabi buta menikmati indahnya dunia, meski dunia dalam bentuk maya. Apa yang pernah saya cita-citakan tiba-tiba terpampang di depan mata. Maka saya pun memasuki masa euforia facebook selama sekitar dua tahun.

Mark & Priscilla
Mark & Priscilla 

Anda mengenal foto pasangan di atas kan? Dialah Mark Zuckerberg sang pendiri Facebook dan istrinya Priscilla Chan. Saya menyukai kedua sosok itu, dan menyukai karakter foto tersebut. Kini facebook tetap jadi sumber pembelajaran karakter yang menantang. Teman-teman yang rajin meng-update status adalah sumber pembelajaran yang baik. Mereka memberi data, dan saya pun memberi data di dalam site itu.

Mengenal karakter teman lewat facebook barangkali setara dengan mengenal secara nyata. Tetap ada kelebihan dan kekurangan masing-masing. Manusia introvert akan lebih suka memahami karakter melalui tulisan di media sosial atau melihat kerumunan orang dari jauh saja untuk memahami karakter orang lain. Manusia ekstrovert (terbuka) bisa lebih enjoy di tengah kerumunan orang banyak, dan lebih percaya diri dengan melakukan kontak dengan banyak orang sesering mungkin , di media sosial atau di dunia nyata.

Perkelahian di dunia nyata juga terjadi di dunia maya. Bayangkan kita menulis di depan puluhan/ratusan teman dan langsung bisa direspon positif maupun negatif, jika kita menuruti adrenalin/nafsu/ego saja, bisa berantem beneran di dunia nyata. Jangankan kata-kata kasar semacam menuliskan nama-nama hewan untuk mengumpat/memaki, menuliskan kata-kata biasa saja pun bisa diartikan lain oleh pembaca. Tetapi jika kita konsisten dengan maksud baik kita, mudah-mudahan teman di media sosial bisa menerima dalam waktu sesingkat mungkin.  Adakah tantangan lain buat Anda? #facebooker

Advertisements

One thought on “Facebook

  1. I discovered your “Facebook | amalia” page and noticed you could have a lot more traffic. I have found that the key to running a website is making sure the visitors you are getting are interested in your subject matter. There is a company that you can get traffic from and they let you try it for free. I managed to get over 300 targetted visitors to day to my website. Visit them today: http://bag.sh/16M

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s