Posted in Mikropreneur

Mikropreneur

Image
Ruang Imajinasiku

Apa kisahmu hari ini? Ini ceritaku. Selepas masa kerja di Bale Bagus , sebuah yayasan belajar aritmatika-sempoa, saya menjadi pelanggan perpustakaan daerah di kota Sumbawa Besar _ NTB. Di sana saya menemukan buku yang ditulis Andrias Harefa. Seorang penulis yang kemudian saya jadikan teman di facebook. Masa setelah bekerja di Bale Bagus, saya tidak punya rencana bagus yang jelas. Buku Andrias berisi banyak motivasi yang makin membuat melek, dan mengarahkan saya di masa-masa kosong tanpa pegangan. Ia  mengenalkan kalimat-kalimat motivasi yang bagus. Setahun dua tahun, sebelum memiliki akses internet seperti saat ini, saya wajib mendatangi perpustakaan. Berada di antara buku membuat saya nyaman, membuat rasa ketertinggalan sedikit terabaikan. Buku lainnya yang saya temukan adalah  buku bisnis yang memberi tahu tentang perbedaan entrepreneur dan mikropreneur. Sepertinya saya memilih mikropreneur pada saat itu, dan definisi mikropreneur masuk sampai ke pembuluh darah saya yang terhalus. Kata mikropreneur turut mengisi langkah saya dalam masa kosong setelah keluar dari pekerjaan. Saat itu saya hanya mengenal entrepreneur, ternyata ada varian preneur lainnya. Perbedaan antara keduanya yaitu :

  1. Entrepreneur adalah orang yang mengambil resiko besar untuk tujuan kenaikan laba dan  pengembangan bisnis.
  2. Mikropreneur bukan orang yang mengambil resiko besar, mereka orang terpelajar/pembelajar, berfokus pada kebebasan pribadi, gaya hidup yang lebih baik dan peluang untuk mencari nafkah melalui pekerjaan yang mereka sukai.

Setelah berteman dengan Andrias Harefa, ada sebuah foto berkerudung merah nan menawan, seorang teman dari Andrias, yang ternyata seorang dosen ilmu politik. Foto-fotonya menawan hati, dan saya jadikan teman pula. Syukurlah diterima permintaan pertemanan saya. Itulah uniknya facebook, beberapa orang tidak keberatan statusnya kita baca dengan cara menerima permintaan pertemanan kita.  Mereka memberi data tentang karakter mereka secara gratis, dan membolehkan kita belajar dari tulisan-tulisannya.  Oya namanya Lely Ariannie Napitupulu.

Ssst... !
Ssst… !

Pada masa berburu buku di perpus daerah – selepas masa kerja dari Bale Bagus 2009 lalu , saya menemukan juga buku menejemen bisnis yang bertutur tentang prediksi trend eksekutif puncak dan menejer di tahun 2010. Jika saya menuliskan tentang buku prediksi trend 2010 di tahun 2013 ini, barangkali masih ada beberapa nilai baik yang membuahkan inspirasi bagi para pembaca. Buku tersebut berjudul Megatrend 2010, sebuah buku terjemahan dengan penulis aslinya Patricia Aburdene. Nilai-nilai baik itu antara lain :

  • Kepemimpinan sejati adalah : bukan sekedar memberi perintah, tapi juga pertukaran energi yang bergairah, (hal.66).
  • Tantangan baru atas kepemimpinan. Bagaimana jika para pemimpin bisnis yang paling efektif di masa sekarang bukanlah para CEO yang terkenal atau para pengusaha yang andal, tetapi para menejer sederhana yang memiliki dedikasi tinggi, yang tanpa  banyak “bacot” dan jauh dari sorotan publik, dengan tenang melakukan hal yang seharusnya dilakukan, demi diri mereka sendiri, para kolega mereka, dan korporasi tempat mereka bekerja? Ini dinamakan kemenangan karakter di atas karisma, (hal.66).
  • Pahlawan jenis baru. Kepemimpinan yang dipraktikkan oleh jutaan menejer – tenang, sederhana, di balik layar – lebih persuasif dan lebih efektif dari pada kepemimpinan yang gagah berani dan heroik yang sering kita sematkan pada para CEO dan para pemimpin puncak, (hal.79).
  • Terdapat perangkat spiritual yang dinamakan refleksi & visualisasi kemudian mengeksplorasi berbagai aplikasi bisnis dari berbagai prinsip universal yang menantang seperti :   (1) Apa yang kita lawan , akan selalu terus ada. (2) Semakin kuat nilai-nilai pribadi kita, semakin mampu kita menghadapai kekacauan. (3) Mereka yang meletupkan emosi di dalam diri kita (terutama marah) mungkin mengungkapkan satu isu atas aspek diri kita yang perlu segera kita tangani. (4)  Tidak ada yang menang sampai semua orang menang. (5) Kekuatan melalui keberagaman, (hal. 103).

Empat point itu saja yang menarik perhatian saya dari buku tersebut. Ketika itu saya mulai menggunakan internet, namun akses masih terbatas dan jika membuka internet tahunya hanya membuka facebook. Ups! Kini kunjungan saya ke perpustakaan hampir tidak pernah lagi. Akses internet yang semakin lancar membuat saya banyak membaca dari internet.  Beberapa buku yang saya baca antara 2009 dan 2010 di atas saya bagi untuk Anda, dan baru ada dorongan untuk menuliskannya saat ini, di blog  kedua saya ini. Sebuah blog yang didapat secara gratis dan  mudah kita buat, Anda pun bisa membuat sebuah blog dengan mudah.

Salam… 😀

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s