Posted in Diary, Facebook, Mikropreneur

Facebooker (3)

17AGUSTUS1945
17AGUSTUS1945

Hari MERDEKA itu menyatukan semua unsur negri

Hari MERDEKA itu semua bergerak ingin membuat baik

Hari MERDEKA itu adalah membuat sebuah posting

Hari MERDEKA itu membuat foto profil dengan bendera merah-putih

Hari MERDEKA itu melakukan upacara bendera di facebook

Hari MERDEKA tahun 2013 ini negri ini dihiasi kasus korupsi (lagi) dan aura darah dari negri jauh (Mesir).  Benar teman saya (Adrianus Drago) bilang :

Kasus Rudi seakan mematahkan teori bahwa Kebodohan dan Kemiskinan adalah sumber kejahatan.

Tanya kenapa?

Juga telah patah teori bahwa gelar-gelar keteladanan kini tidak menjamin lagi bahwa orang yang disematkan gelar teladan, belum tentu bisa jadi teladan selamanya. Akhirnya kita bilang, mereka dengan gelar indah tersebut juga manusia.

Semangat hari MERDEKA mendorong saya melanjutkan serial posting “Facebooker”. Posting ini sudah beberapa bulan teronggok di kotak draft.  Koneksi antar pengguna facebook itu nyata. Satu status baik yang konsisten dari seorang teman benar-benar bisa mempengaruhi pandangan positif teman lainnya. Bisa mengubah sudut pandangnya. Teman saya seorang PNS rajin sekali meng-update status. Tulisan-tulisannya terasa datar-datar saja terbaca.  Kadang ia menulis hal yang gak penting-penting amat. Membuat kita berpikir, “Ngapain nulis beginian?” Tapi karena kita baca tiap hari, akhirnya kita mengerti. Sang teman tersebut sedang mengajarkan kita tentang konsisten. Konsisten di tempat kerja tentunya. Seorang teman yang lainnya, rajin sekali meng-upload  foto-foto di latar belakang tempat yang tak pernah kita jangkau, dan sering kita impikan. Segala sudut rumah ia tayangkan di facebook. Untuk apa? Begitu sering muncul dalam pikiran kita. Namun akhirnya kita kembali, bahwa segala sesuatu yang hadir di depan kita, tertangkap mata kita adalah bukan sebuah kebetulan. Maksudnya, kita disuruh menggali latar belakang mengapa orang tersebut merasa perlu memberi tahu khalayak secara detil tentang rumahnya, tentang segala aktivitasnya atau tentang keluarganya. Kalau kita suka berpikir positif tentu kita bisa menangkap banyak hal baik di balik kisah teman kita itu. Intinya pengaruh itu sangatlah nyata. Minimal belajar bertoleransi. Semakin sering bertoleransi, semakin banyak hal baik akan kita dapatkan. Banyak orang mengajarkan bahwa dibalik apa yang kelihatan itu ada kerja dan pengorbanan yang sepadan. Orang banyak mengecam dan menilai dari yang tampak secara sepihak tanpa memperhatian perjuangan dibalik itu. Sehingga penilaian orang menjadi tidak adil, penilaian akan terbaca sinis dan sepihak. Apa salah penilaian yang sinis tersebut? Enggak juga sih. Kalau kita bisa menilai sinis orang lain, maka kita nggak boleh marah dong kalau orang lain balik menilai kita secara sinis. Fair kan?

DO YOU NEED HELP?
DO YOU NEED HELP?

Status humor lumayan menyegarkan di antara tulisan-tulisan yang serius. Jika kita telah lama aktif di facebook, lama-lama kita hafal ekspresi-ekspresi ekstrim yang kadang tak perlu kita tanggapi secara serius.  Menuliskan impian semuluk mungkin, menulis curahan hati yang super lebay, atau menuangkan amarah yang kasar, ketiga hal itu  telah sering kita baca di facebook. Jadi Anda mau apa? Mau menghayati itu semua sepenuh hati? Janganlah! Rugi waktu Anda memberikan perhatian berlebih terhadap tulisan-tulisan lebay, kasar atau muluk-muluk.  Fair nggak?  Sekian dulu tulisan di hari MERDEKA ini.

 “Jangan lelah mencintai negri ini (Ulil Abshar)”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s