Posted in Diary, Opini

Blokade Nomor Tiga Barulah Kondom

Kemarin, hari Selasa, dua kali saya mendapat pesan dari Whatsapp tentang hiruk pikuk kondom ini. Kemarin pula , saya telah menuliskannya di jejaring fesbuk. Namun, lama-lama saya hapus sendiri tulisan note saya. Yah…. di fesbuk kita berteman dengan aneka karakter. Agak sensitif menuliskan moral di sana. Salah tulis , bisa-bisa kita sendiri yang kena hawa negatifnya. Ya sudah, akhirnya saya menuliskannya di Kompasiana.

Sibuk-sibuk berita kondom, saya jadi ikut sibuk ngecek stok kondom saya. Halah, kucari-cari ternyata nyelip di antara file-file di laci lemari. Sisa tiga biji, rasa strawberry. Barangkali sudah kadaluwarsa pula.

13861399441912029732
Kampanye Kondom Yang Bagaimana?

Saya memilih untuk membuka tabu saja , ini sebagai reaksi dari hari AIDS, Pekan Kondom Gratis dan kontroversinya sejak 1 Desember 2013 lalu.  Membuka tabuuntuk tidak malu menjelaskan sex (hubungan sex) pada anak.

Pekan Kondom Gratis adalah program pemerintah, yang “boleh” ada saat ini dan “diijinkan” ada saat ini oleh Sang Maha Pencipta. Untuk apa ia boleh ada? Satu hal yang bisa jelas ditangkap adalah untuk membangkitkan orang-orang yang peduli untuk bereaksi. Reaksi apa pun, bisa muncul. Bagi yang pernah punya pengalaman sexual yang buruk di masa lalu, barangkali ia akan diam saja, dan memilih untuk menahan diri. Bagi yang belum punya pengalaman sexual, masih remaja, barangkali ini kesempatan mereka untuk belajar dari internet segala hal tentang lawan jenis yang tidak pernah ia dapatkan melalui keluarga (dari orang tua khususnya)

Apa Hubungan Kondom dengan Pencegahan AIDS ?

~~Ada virus (HIV) penyebab di penderita berasal dari berbagai sumber.  Berpindahnya virus menuju penderita sebagian besar melalui jalan nista : hubungan sex bebas yang kebablasan. Tukar alat suntik pada pecandu narkoba. Sebagian kecil adalah melalui jalan yang memprihatinkan yaitu proses kehamilan dari ibu yang menderita AIDS.

Baiklah, pembaca sekalian. Kalau diutamakan tentang pencegahan AIDS nya. Ada peringkat penangkalnya di urutan pertama , kedua dan seterusnya. Berada di urutan pertama sebagai penangkal AIDS adalah :

  1. Blokade agama, yang jelas mengatakan hubungan sex (coitus interruptus) boleh dilakukan setelah menikah. Blokade ini harus berada di urutan pertama. Blokade ini tentu saja sangat banyak dilanggar di lingkungan yang orang tuanya kurang terbuka membicarakan sex di keluarga. Juga di lingkungan tak beruntung, di mana orang tua telah meninggal tanpa ada wali yang mengganti tugasnya dengan baik.
  2. Blokade kedua adalah blokade lingkungan. Beruntung yang punya lingkungan yang mengajarkan, memberi tahu, melindungi kita dan mencegah masuknya virus HIV pada tubuh kita.
  3. Kondom.

Kondom berada di urutan ke-3 sebagai pencegah AIDS.

Kampanye Kondom untuk Apa?

Lantas apa sebaiknya yang digunakan sebagai jargon dalam berkampanye kondom? Kalau bikin jargon sih mudah ya… ada ribuan , jutaan jargon yang bisa kita bikin.

Misal :

    • Ayo pakai kondom untuk membatasi jumlah anak, dua anak cukup.
    • Ayo pakai kondom, sejahtera dan bahagia dengan dua anak.
    • Kondom? Why not!
    • Pilihlah kondom aneka aroma buah, untuk membuat hubungan suami-istri lebih harmonis.
    • dll.

Bagaimana kalau begini ?

  • Gunakan kondom untuk mencegah AIDS !

Secara logika itu mungkin. Jika memang sejak awal bermain logika, boleh saja dibagikan kondom ke sekolah-sekolah SMA atau bahkan SMP di mana sudah ada bukti terjadi hubungan alat kelamin (coitus interruptus) sepasang anak ABG di sekolah tertentu. Masih ingat video hubungan ’suami-istri’ (coitu interruptus) di salah satu SMP di negri ini kan? Pokoknya kalau memakai logika, program pembagian kondom gratis di UGM itu bisa masuk akal semua. Atas nama logika saja lho ya…

Tapi, itu sudah dan sedang terjadi…

Di level masyarakat seperti saya , paling banter ya bereaksi dengan kekuatan yang ada.  Mau apa lagi?

Salam kondom, Indonesia !  😀  😀

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s