Posted in Diary

Imlek 2014 versi Hash Sumbawa

(1) Air Terjun Ai Beling

Masih mengurusi Hash, saya yang kebagian jadi seksi penggembira, ikut serta dalam perjalanan hash di hari Imlek. Jatuh di hari Jumat, 31 Januari 2014, berangkatlah kendaraan-kendaraan menuju kecamatan Moyo Hulu. Dua tujuan yang menjadi target hari itu dirancang oleh mister ketua : Pak Handoyo. Ai Beling Ai Beling adalah nama sungai. Sebuah air terjun yang sudah lumayan terkenal berada di penggalan sungai tersebut. Air terjun dinamakan Ai Beling sesuai dengan nama sungainya. Karena cukup terkenal di daerah Sumbawa, maka mudah pula kita menemukannya di internet, baik foto-foto air terjun maupun website yang berkisah mengenai air terjun tersebut. Saya sebagai orang yang baru pertama kali menyaksikan air terjun tersebut, lumayan terkesan. Memang tidak besar. Yang membuat istimewa adalah paparan batu yang memenuhi semua dasar sungai di air terjun tersebut. Kami berangkat dengan sekitar 50 peserta. Mereka menyebar di air terjun tersebut. Banyak kolam kecil dengan jeram-jeram kecil yang deras arusnya, sehingga kami semua kebagian berendam di kolam yang bisa kami pilih sesuka hati. Berikut adalah link peta yang cukup informatif tentang lokasi Ai Beling dan lokasi tujuan kedua kami yaitu Tebamurin.  http://wikimapia.org/#lang=en&lat=-8.706268&lon=117.375441&z=14&m=b&v=2

Image
PETA AIR TERJUN AI BELING

Terletak di Dusun Kuangmo, Desa Sempe, Kecamatan Moyohulu, Kabupaten Sumbawa, Propinsi Nusa Tenggara Barat.  Cara menjangkau lokasi itu bagaimana?  Tak ada papan penunjuk jalan, hanya orang daerah dan orang-orang yang pernah ke sana yang mengetahui lokasi tersebut. Jadi jika Anda adalah pendatang dari luar pulau , wisatawan yang awam dengan daerah Ai Beling, saya sarankan memakai jasa penduduk daerah untuk memandu. Mengapa perlu pemandu? Kawasan kaki bukit tersebut memang bisa dijangkau dengan kendaraan empat roda, tapi……. banyak lubang dalam di sana-sini. Tanpa pemandu maka tak ada yang memantau roda-roda kendaraan supaya tidak terperosok. Kalau musim hujan, janganlah coba-coba memacu kendaraan di tanjakan tanah sepanjang jalan di sana. Kecuali kendaraan Anda punya power empat gardan. SUV seperti ‘panther’ …bolehlah mencoba menembusnya di musim hujan.  Mau menggunakan sepeda motor, itu lebih lincah lagi, dan lebih memungkinkan menembus gelombang jalan yang tak beraturan.

Pondok dekat air terjun Ai Beling
Pondok dekat air terjun Ai Beling
Mulai melihat llokasi, mencari cerukan air di antara batu-batu
Mulai melihat lokasi, mencari cerukan air di antara batu-batu
The waterfall
The waterfall
Si air terjun yang imut
Si air terjun yang imut
Lanscape Ai Beling
Lanscape Ai Beling

(2) Air Terjun Seluncuran Alam : Tebamurin

Lanscape yang unik di air terjun Tebamurin
Lanscape yang unik di air terjun Tebamurin

Dua kejutan disuguhkan di Tebamurin. Yaitu : (1) seluncuran alam yang ramah, dan nyaris sempurna, (2) lubang dasar sungai yang biru mirip sumur.

Inilah seluncuran itu...
Inilah seluncuran itu…

Inilah seluncuran alam itu. Saya mencoba menilai kualitas seluncuran alam ini melalui tiga kriteria.  Yaitu (1) dari arus airnya, (2) kecuraman seluncuran dan (3) kenyamanan sungai tempat jatuhnya air terjun. Saya mulai dari arusnya. Arus air yang deras membuat laju meluncur cukup kencang. Bahkan bagi orang dewasa sekalipun bisa terdorong lumayan kencang ke bawah. Dasar luncuran yang licin, membuat lancar anak-anak dan orang dewasa meluncur. Kemiringan seluncuran yang ramah sekitar 45 derajat, tidak membahayakan dan tidak membuat anak-anak takut. Sungai di bawah luncuran mempunyai ketinggian air hanya selutut orang dewasa. Sehingga para peluncur mendarat di sungai yang dangkal. Anak-anak pasti menyukainya. Betapa ramahnya alam permainan yang disediakan Tuhan untuk penduduk Sumbawa. Lokasinya di tengah hutan, Pengunjung hanya perlu memakirkan kendaraan di tepi jalan raya.  Kemudian masuk hutan berjalan kaki melalui jalan setapak sekitar 1 km. Tanpa dikenai biasa masuk karena air terjun Teba Murin adalah wisata alam yang belum tergarap. Jalan setapak masuknya pun tidak ada papan penanda khusus. Jalan setapak masuk tersebut terletak di jalan raya Sumbawa-Lenangguar. Dengan bantuan penduduk lokal kita bisa menemukan jalan setapak masuk itu. Berikut peta lokasinya :

Peta Lokasi Tebamurin
Peta Lokasi Tebamurin

Kejutan kedua adalah lubang di dasar sungai. Banyak pertanyaan menyertainya : apakah ada pusaran air? Apakah lubang itu menuju suatu tempat tertentu atau sekedar lubang saja? Berapa kedalamannya? Yang bisa saya ceritakan di sini hanya diameter lubang sekitar 2,5 meter.  Letak lubang di depan arah kiri dari seluncuran air terjun. Berjarak sekitar 7 meter saja dari air terjun. Dasar sungai berwarna coklat, agak berlumpur. Dasar sungai didominasi batuan padat berlumut. Airnya dangkal dan jernih.

Lubang biru di dasar sungai.
Lubang biru di dasar sungai.
Lubang biru itu adalah kejutan bagi pengunjung yang baru pertama kali datang.
Lubang biru itu adalah kejutan bagi pengunjung yang baru pertama kali datang.
Saya di depan air terjun, sebelah kiri saya adalah posisi lubang biru di dasar sungai.
Saya di depan air terjun, sebelah kiri saya adalah posisi lubang biru di dasar sungai.

Menjangkau air terjun Tebamurin lebih mudah dibanding Ai Beling. Karena ia berada hanya 1 km menyusuri jalan setapak dari tepi jalan raya beraspal. Air terjun Tebamurin terletak di dasar jurang.  Area ini juga cukup mudah ditemukan dalam penelusuran di internet. Sudah banyak netter yang berkunjung ke sana dan memaparkannya di internet. Menjumpai air terjun ini memang tidak mengecewakan. Kelelahan menjangkau tempat ini terbayar bahkan lebih oleh suguhan lanscape sungai dan ramahnya seluncuran alam itu.  Tuhan Maha Adil … Jadi inilah hari Imlek bareng nasabah Chinese yang bergabung di komunitas Hash Sumbawa, 31 Januari 2014.  Olah raga, bersenang-senang dan pertemanan. Peserta yang terkadang berasal dari instansi aneka rupa membuat seru suasana. Kali ini dari kantor Karantina Ternak Sumbawa ikut bergabung.  Jika peserta memang sudah punya jiwa petualang, pasti ada saja ulah petualangannya.  Apa yang seru kali ini? Seorang anak laki, kelas 4 , asik main seluncuran. Ia tak mempedulikan celananya yang robek. Ketika saya ingatkan, “Celanamu robek tuh…”, anak itu tak menggubris. Kemaluannya terlihat orang-orang di sekitarnya. Giliran yang melihat pria-pria dewasa , mereka jadi geli sendiri. Ketika menyadari bahwa komunitas tertawa gara-gara si anak tersebut, barulah anak itu malu. Tapi ia masih tetap berseluncur, kali ini dengan kaki ditutup rapat-rapat. Itulah petualang ! Petualang cilik lainnya adalah 3 bersaudara Chinese, yang tidak ragu langsung menuju titik seluncuran tertinggi dan siap meluncur. Tapi sempat ia minta ijin orang tuanya , apakah diperbolehkan berbasah-basah lagi bajunya? Karena di air terjun sebelumnya yaitu di Ai Beling, mereka sudah basah. Begitu orang tuanya mengijinkan, ramailah 3 bersaudara itu dan diikuti teman-temannya. Bahkan ibu-ibu mereka juga turut serta meluncur. Rugi lah kita kalau tidak merasakan luncuran alam yang sudah tersuguh di depan mata. Sangat nyaman kondisinya, dan gratis pula. Air memang menggoda dan mengundang. Kala di air terjun ini, air mengundang untuk dinikmati. Kala banjir, ia mengundang kita untuk bersabar. Cukup di sini kisah Imlek a la Hash Sumbawa. CU….

Advertisements

3 thoughts on “Imlek 2014 versi Hash Sumbawa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s