Posted in Diary

Masa Yang Tengah Berubah

hokage

Pesta demokrasi tahun 2014 ini tengah berubah dari pesta serupa lima tahun lalu. Peran sosial media mengambil porsi jauh lebih banyak dibangding pesta sebelumnya. Pilihan yang hanya dua orang calon presiden membuat suasana jadi panas, seolah-olah  masyarakat dihadapkan pada pilihan benar dan salah. Dua pilihan memberi pengaruh psikhis pada kita bahwa salah satu adalah benar dan yang lain adalah pilihan yang salah. Jika tidak pilih A maka salah. Atau jika tidak memilih B maka kita salah. Adakah orang yang mau salah pilih? Tentu saja tidak ada yang mau dianggap salah pilih. Namun lain halnya kalau ada lebih dari tiga pilihan, maka tekanan untuk para pemilih sedikit berkurang. Kampanye hitam menjadi lebih intensif dan dalam , dengan uraian panjang serta lebar agar pengaruhnya lebih besar pada calon pemilih.

Prabowo

Siang sekitar pukul sebelas Waktu Indonesia Tengah (WITA) , 22 Juli 2014, saya menyalakan televisi untuk menemani masak sendirian di rumah. Rumah begitu sunyi, jadi harus ada suara agar ruangan tak lengang. Begitu tivi menyala, muncul chanel Kompas-TV dan menyiarkan berita bahwa Prabowo (capres nomor 1) menyatakan menarik diri dari proses pilpres. Kurang lebih seperti itu isi berita yang diucapkan si pembawa berita kemarin tanggal 22 Juli 2014.  Seketika reaksi saya kecewa. Asumsi saya, sekaliber Prabowo mestinya bisa tahan menghadapi putusan dan bersifat kesatria menerima kekalahan yang sudah di depan mata. Benak saya berpikir, ini sifat kekanakan. Bukan begitu seharusnya kualitas orang yang saya pilih menjadi Presiden di Pilpres kemarin. Agak lama saya terguncang sendiri sambil masak di rumah sendirian. Terasa sekali jantung saya agak keras berdegup. Tapi sebuah keputusan yang sayup-sayup muncul mengatakan, saya tidak bisa lagi sejalan dengan reaksi kekanakan di seorang capres yang sudah saya pilih. Makin lama keputusan itu makin menguat, dan akhirnya yakin dengan keputusan itu. Beberapa bulan sudah mendoakan beliau agar menjadi kesatria dan mulia di masa penentuan. Tapi harapan itu tidak terwujud.

Pendukung Prabowo cukup banyak juga yang bertahan di belakangnya , apa pun pernyataan sikap Prabowo menjelang pengumuman pemenang saat itu. Mereka seolah tidak peduli apa kata dunia. Kesetiaan mereka pada Prabowo sangat tinggi dan tetap mendukung sepenuh hati. Karakter kuat Prabowo membuat kondisi pendukungnya begitu mencintainya.  Sikap Prabowo yang tidak setia menanti saat pengumuman , konon disebabkan untuk mengontrol pendukung fanatiknya agar tidak terjadi kerusuhan di jalan. Meski sikap menarik diri dari proses pilpres itu mencederai banyak komponen bangsa , yaitu komponen pendukungnya yang kritis dan tidak terlalu fanatik, komponen hukum dan komponen kewibawaan berdemokrasi. Itu semua ditabrak Prabowo dan menyisakan olok-olok dari kubu lawan dan dari kubunya sendiri yang kian tajam dan riuh.

Jokowi

Semenjak beliau menjabat Gubernur DKI, saya dan suami sama-sama kompak memberi tepuk tangan dalam sepak terjangnya. Setiap berita yang melecehkan beliau, saya berang. Bahkan jauh sebelum resmi dicalonkan saya yakin beliau – Pak Jokowi – akan memenangkan pertarungan di Pilpres. Namun, suami tidak sehaluan dengan saya rupanya. Suami saya lebih cenderung memilih Prabowo.  Pilihannya tidak bisa dirubah. Saya mengatakan…benar memang Prabowo banyak pendukungnya , tapi rasanya masih tetap kalah suara jika dibanding dengan Jokowi.

Ketika masa kampanye tiba, dan sosial media makin panas suhunya, mulailah keyakinanku goyah. Apalagi suami tetap dengan kecenderungannya memilih karakter Prabowo yang punya kesan kuat  dan cerdas (meski juga kekanakan …). Galaulah saya dan ingin memaksakan diri untuk golput agar tidak perlu memihak. Saya membaca tulisan dari teman-teman yang terpercaya tentang Jokowi dan juga tentang Prabowo. Kebaikan kedua capres ini tidak bisa saya abaikan. Sungguh sulit memihak salah satu capres tersebut. Prabowo atau Jokowi akhirnya tidak menjadi masalah buat saya , siapa pun yang menang toh dua-duanya ada kebaikan yang tidak bisa saya pungkiri kebenarannya. Pilihan saya Jokowi, tapi pengaruh pilihan suami membuat saya akhirnya coblos Prabowo juga.

pilpres-2014

Penentuan

Akhirnya menanglah Jokowi sesuai prediksi saya sebelum beliau resmi dicalonkan. Kini, saya dan suami hanya ketawa sendiri melihat apa telah kami lakukan dan proses pilpres. “Si Kurus itu kini jadi Presiden…..”, begitu celetukku. Jokowi, karakternya yang merakyat dan sangat memanusiakan wong cilik. Karakter seperti itu juga sangat disukai rakyat. Faktanya pun membuat beliau memenangi pilpres. Mau apa lagi?

Twitter , Berita Online dan FB

Twitter adalah sosial media yang menjadi rujukan nomor satu  untuk mencari referensi.  Sangat valid karena kita bisa berbincang langsung dengan tokoh yang berkompeten terhadap satu masalah. Bukan dikutip oleh wartawan, tapi asli dari tokoh tersebut atau admin yang ditunjuk sang tokoh. Beda dengan media berita online, yang kebanyakan merupakan racikan wartawan. Berita online saya jadikan referensi nomor dua. Referensi nomor tiga adalah Facebook yang menuturkan opini-opini dari teman-teman yang menyadarkan kita bahwa keyakinan kita terhadap satu hal bersifat relatif.

Sehari setelah penentuan pemenang pilpres, mulailah tulisan isi hati para voter bertebaran. Ternyata yang merasakan seperti saya banyak sekali. Yaitu merasa sudah sepenuh hati mendukung Prabowo, tiba-tiba sesaat sebelum penentuan pemenang malah jagoan kita menarik diri dari proses pilpres. Yah….lalu kita para pendukung ini dianggap apa? Maka sontaklah kami pun mencabut dukungan pada beliau.

Hari kedua setelah penentuan pemenang,  24 Juli,  muncul lagi nasehat-nasehat di twitter yang menyejukkan. Sebagai voter Prabowo, boleh jadi kita diuji untuk tetap menjadi pendukung setianya. Namun karena pada dasarnya saya mendukung keduanya, maka untuk sementara saya lebih memilih untuk melepas dukungan pada orang yang sedang bermasalah , yang nampak tidak damai dengan dirinya sendiri.

Terakhir, yang tak kalah penting…. siapa pun Presidennya, semoga Indonesia lebih baik. Bisnis rakyat makin baik dan maju. Rakyat Indonesia bahagia semua di mana pun berada.  Habislah perkara.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s