Posted in Diary, Opini

Hijab Story With The Style On It

Ketika saya kuliah di sekitar tahun 1990-an, sebutan penutup kepala adalah jilbab ada juga yang menyebutnya kerudung. Selama ini saya biasa menggunakan kedua kata itu karena suka. Bahasa sekarang memakai istilah ‘hijab’ ya? Baiklah,  saya akan menggunakan kata itu sekarang di artikel ini.

Hijab Story With The Style On It

Cerita hijab yang dibumbui style di atasnya adalah terjemahan bebas untuk judul Hijab Story With The Style On It. Sejauh pengetahuan saya, tidak semua anak muda (yang perempuan) mampu melindungi diri dengan laku dan tutur katanya. Si cerdas yang terbuka akan mudah membentengi dirinya meski tanpa kain kerudung, demikianlah bahasa saya mencerna peran hijab secara kasar (secara global). Hijab di alam Indonesia tidak bisa disamaratakan. Sangat beragam motivasinya. Hijaber atau non-hijaber tidak bisa dinilai secara serampangan, sebagaimana kita tidak boleh menilai seseorang dari penampilannya. Namun anjuran ayat suci yang diulang lebih dari satu kali itu juga tidak bisa diacuhkan begitu saja. Perintah itu ada dan menjadi jangkar pengendali bagi penganutnya. Baiklah saya mulai bercerita aneka foto yang berasal dari koleksi pribadi dan sebagian saya ambil dari internet berikut ini.

Prambanan Temple Style

Prambanan Temple Style 1
Prambanan Temple Style 1 (koleksi pribadi 2014)

Pergi ke Candi Prambanan dengan jalan naik turun, kadang angin kencang, kadang mendung sepoi-sepoi, Mari kita kenakan celana panjang agar pakaian bawah tak diterbangkan angin a la Marilyn Monroe. Mau celana apa aja, terserah keyakinan dan selera masing-masing yah! Area Candi Prambanan, peninggalan peradaban Hindu itu sungguh terkenal hingga kini, wisman (baca : wisatawan manca negara) selalu mudah ditemui di sana. Mata laki-laki di sebelah saya (suami) juga tak lupa mengabadikannya, ini dia hasilnya :

Prambanan Temple Style 2
Prambanan Temple Style 2 (koleksi pribadi)

Borobudur Temple Style 

Borobudur Temple Style
Borobudur Temple Style (koleksi pribadi)

Candi Borobudur adalah lokasi wisata purbakala yang melewati tanjakan tangga dan juga turunan. Jadi celana panjang masih tetap disarankan. Juga belilah topi-topi mirip topi istana kerajaan Eropah. Topi cantik perempuan itu banyak dijual di pelataran parkir menjelang masuk area candi. Topi untuk laki-laki juga banyak. Bukan sekedar untuk bergaya dan pelindung panas, tapi juga bagi-bagi rejeki dengan pengrajin dan pedagang asongan, begitu maksudnya. Di atas Candi Borobudur sekarang banyak Satpam mondar-mandir. Mereka sekarang tegas memberi peringatan supaya pengunjung tidak naik ke stupa. Hanya boleh duduk lantai. Bagus juga begitu , disiplin dan sangat menjaga warisan leluhur kita yang sangat berharga.

Tapi hijab story di Borobudur tak lengkap jika tak menampilkan wisman asal Italia ini , karena bagi kehidupan hijaber, mereka adalah bagian yang tidak bisa dipisahkan.

Borobudur Temple Style 2 (koleksi pribadi)
Borobudur Temple Style 2 (koleksi pribadi)

Saya menjadi yakin mereka berasal dari Itali. Terdengar mereka mengatakan “…volare” cukup keras dalam perbincangan mereka. Cara pengucapannya seperti yang pernah saya dengar di iklan-iklan makanan khas Itali di televisi.  Mereka tengah mengagumi patung Budha dengan bahasa mereka yang panjang. Saya hanya mendengar sepenggal kata  “volare” saja. Kemudian belakangan kumengerti artinya “terbang”.

Cheap Style

Cheap Style
Cheap Style (koleksi pribadi)

Bahan murah meriah kain Bali bercorak tyedie , berbentuk celana ali baba cukup ringan digunakan ke pantai bareng komunitas kita. Kerudung pashmina elastis bisa diputar-putar secara fleksibel menutupi rambut dan leher. Murah meriah, mengapa tidak? Mengapa malu dibilang ‘kuno’, ‘nggak berkelas’, ‘ndeso’, … masih ada ya yang malu dikatain orang seperti itu gara-gara apa yang kita kenakan? Bebaslah memilih dengan yang kita kenakan asal dengan keyakinan.

Pastel Color Free Style 

Pashmina sekarang banyak digunakan oleh hijaber. Komposisi busana di bawah ini menggunakan warna pastel yang bebas memadu-padankan corak blus bergaris dan celana motif bunga. Namun keserasian warna pastel yang digunakan membuat penampilan ini enak dilihat dan suasana yang ditimbulkannya santai, hangat. (sumber : sebuah blog di Internet yaitu http://modscarfie.blogspot.com/)

Pastel Color Free Style
Pastel Color Free Style ~~sumber : http://modscarfie.blogspot.com/

Street Style 

Setelah orang memutuskan berhijab, ia akan mencari-cari style terbaiknya. Mahal , murah , simpel atau penuh detil, semua disesuaikan dengan profesi kita sehari-hari. Hati-hati terlalu terjebak dengan mode/style jangan sampai porsi waktu kita untuk memikirkan style lebih banyak dibanding karya kita untuk orang banyak. Kecuali jika profesi kita adalah seorang stylist. Saya banyak sekali membuka laman Pinterest. Sebuah laman penyedia gambar-gambar atau foto-foto aneka kategori. Laman itulah yang membuat saya banyak termotivasi untuk menuliskan banyak hal sesuai suasana foto yang membuat saya tertarik. Foto di bawah ini memuat warna-warna alam yang simpel. Coklat dark khaki, biru langit untuk pashmina kerudung dan celana blue jean. Terdapat pemanis di manset tangan warna hitam, selesailah simplicity model jalanan yang mantap ini.

Street Style 1
Street Style  ~~sumber: http://vigisantissima.blogspot.com/

Go To Campus

Go To Campus ~~sumber http://www.pinterest.com/pin/205687907951775617/
Go To Campus ~~sumber http://www.pinterest.com/pin/205687907951775617/

Foto di atas diambil dari blog milik hijaber yang tinggal di Amerika. Menawarkan pilihan warna padu-padan sebagai tambahan referensi bagi peminatnya. Kiri memadukan warna ungu, biru turquoise dengan celana jean warna gelap. Kanan memadukan warna kuat yaitu warna merah di imbangi dengan warna pastel biru pada blus dan krem celana panjang. Gaya simpel sehari-hari dari baju/blus/celana di atas banyak dijual di pasaran negri kita juga.

Young Style
Young Style ~~sumber : http://zahra-salsa.blogspot.com/

Pada foto Young Style  di atas, kelonggaran masih ditampilkan di lutut ke atas … gerakan bebas untuk anak muda yang enerjik bisa ter-cover dengan model seperti itu. Warna kuat dipilih di bagian kerudungnya, warna pakaian lainnya menggunakan warna netral yang mendukung kekuatan warna kerudung.

Tanggal 4 September kemarin ternyata adalah International Hijab Solidarity Day. Saya baru mengetahuinya kemarin dari timeline di Twitter. Secara tidak sengaja pada tanggal 3 September, tepat sehari sebelumnya saya mengalami rasa gemetar yang meresahkan karena melihat penampilan wanita-wanita yang serba terbuka. Namun saya tidak membencinya. Karena ada pepatah : Janganlah kamu membenci persoalan yang tidak kamu mengerti. Alih-alih mengurusi ketidakmengertian itu, hari ini di tanggal 5 September, saya mengikuti saja dorongan dari dalam. Sebuah dorongan yang mengarahkan untuk membuat tulisan tentang hijab. Biarkanlah kita memilih penampilan menurut keyakinan masing-masing. Itu saja ya…. , if we different, let it be like that. Terjemahannya gini : jika kita beda, ya sudah…biarlah itu seperti itu. Let it be … let it go.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s