Posted in Diary

Melati Wangi Pandan (Vallaris glabra) di Rute Favorit Semongkat-Sampar

Date taken : Nov 23, 2014
Date taken : Nov 23, 2014

Mengapa Vallaris glabra?

Minggu siang pukul tiga adalah jadwal rutin acara hash di Sumbawa. Bagi yang belum mengetahui apa arti hash, baiknya menyimak link Sejarah Hash di bawah ini :

  • # ~~Sejarah Hash House Harriers Hash House Harriers merupakan olahraga yang dilaksanakan di luar ruang atau alam bebas (outdoor activity) yang sangat mirip dengan olahraga lari lintas alam. Kegiatan hashing sebenarnya sudah dimulai sejak 246 SM. yang dilakukan oleh Hanibal berlari dengan start atau on on dari pintu gerbang Roma, dengan rute sepanjang Pegunungan Alpen dengan menandai perjalanannya dengan kotoran gajah (Jumhan Pida : 2001). Tetapi hashing secara modern dilaksanakan pada bulan Desember 1938 di Kuala Lumpur Malaysia oleh Albert Stephen Ignatius Gispert yang seoarang Akutan di Evant & Co. berkebangsaan Inggris yang berada di Malaysia. Hash House Harriers berawal dari klub yang didirikan oleh Horse Thomson, Cecil Lee, Bennet, dan Albert Stephen Ignatius Gispert yang berada di Kuala Lumpur. Klub ini pertama hanya beranggotakan 12 orang, kemudian dengan keaktifan Albert Stephen Ignatius Gispert di dalamnya dengan berjalannya kegiatan ini anggotanya mulai bertambah. Mereka melakukan run (lari) pertama pada hari Jum‘at yang kemudian diubah pada setiap hari Senin. Dari kegiatan ini maka Registra of Societies mengesahkan Albert Stephen Ignatius Gispert sebagai orang pertama yang mengawali “ The Hash House Harriers”. Pada mulanya kegiatan lari ini hanya mengitari padang. Pada akhir padang terdapat rumah makan Cina yang mereka kenal dengan nama Hash House. Selanjutnya rumah makan tersebut mereka gunakan sebagai tempat finish dari kegiatan lari tersebut selain itu mereka juga minum bir dingin. Pada tanggal 11 Februari 1942 Albert Stephen Ignatius Gispert terbunuh dalam perang Asia Timur Raya di Pulau Singapura. Kegiatan lari (hashing) ini menjadi terhenti dan baru tahun 1946 salah satu anggota Hash House Harriers yang ada di Selangor berhasil mengkoordinir kembali kegiatan lari ini. Bennet selama 12 bulan berusaha mengumpulkan kembali teman-temannya yang selamat dalam perang Asia Timur Raya untuk dapat melakukan hashing kembali. Dan pada bulan Agustus 1946 itulah dapat dilaksanakan run (lari) yang pertama setelah Albert Stephen Ignatius Gispert mangkat. Dari sanalah berkembang kegiatan lari lintas alam yang terkenal dengan istilah Hash House Harriers ke seluruh penjuru dunia termasuk Indonesia dan Yogyakarta pada khususnya.(Jumhan Pida, 2001). (Sumber HHH)

Lagi-lagi Pak Handoyo yang memulai bersuara di grup BB (Hp Blackberry). Beliau mengajak jalan di rute Semongkat-Sampar. Rute yang menjadi langganan di jadwal Minggu siang. Menjadi favorit grup hash Sumbawa. Selain karena letaknya paling dekat dengan kota, rutenya medium (enam kilometer pulang-pergi), dan memiliki tanjakan-turunan katagori sedang. Maksudnya kemiringan tanjakan di bawah 45 derajat. Cukup lunak untuk latihan rutin. Beda dengan rute Planing Utan di bukit tempat didirikannya tower Telkom pertama Sumbawa. Rute bukit tower Planing Utan jaraknya 12 km pulang-pergi. Dahsyat. Rute Planing kategorinya hard dan jauh dari kota tempat tinggal kami. Maka rute Semongkat-Sampar sangat ideal untuk latihan ringan dan rutin. Kantor BNI tempat biasa para peserta berkumpul nampak sepi. Kami menunggu beberapa menit. Beberapa peserta di grup juga tidak ada lagi yang merespon dalam komunikasi di grup ponsel. Entahlah, mereka sedang ke luar kota atau mungkin sedang tidur. Bahkan Pak Handoyo yang pertama kali mengajak pun tidak nampak responnya. Akhirnya saya hanya berdua saja dengan suami, berangkat sambil berharap beberapa teman seperti Ranza dan anak buah taekwondonya sudah berada di sana. Namun di mulut gang Semongkat-Sampar tak ada siapa pun juga. Bagi saya rute ini pernah sangat membosankan. Namun akhirnya saya termasuk yang menyukai rute ini. Kesunyian, semak kering meranggas, jalan berbatu, menjadi misteri tersendiri di peradapan modern yang saya baca di media sosial. Banyak orang-orang tangguh lahir dan besar dari tempat semacam itu….

Mobil dikunci, dan kami pun memulai langkah di turunan pertama, mengarah ke sungai. Lembah sekitar sungai nampak penuh orang dan beberapa kendaraan. Ini bulan November, lembah sungai sedang panen padi rupanya. Setelah menyeberangi jembatan, mulailah tanjakan landai sepanjang  dua kilometer yang berakhir di batas Dusun Semongkat B.

Dusun Semongkat B , Rute Semongkat-Sampar
Dusun Semongkat B , Rute Semongkat-Sampar

Kami harus kembali ke tempat semula, sepanjang tiga kilometer melalui sungai lagi. Turun terlebih dulu sepanjang dua kilometer.

Turunan dari Dusun Semongkat B
Turunan dari Dusun Semongkat B
Semak coklat ini menyimpan bunga wangi pandan Vallaris glabra.
Semak coklat ini menyimpan bunga wangi pandan Vallaris glabra.

Saat menuruni jalan pulang inilah tiba-tiba penciuman saya menangkap aroma pandan yang kuat. Celingak-celinguk, kami mencari asal aroma. Pandangan kami tersedot ke arah bunga putih di tengah semak belukar coklat. Tanaman merambat berbunga putih itu terlihat familiar. Suami saya yang lebih faham, di mana kami pernah melihat bunga tersebut.

“Itu kan bunga yang ada di rumah bapak di Malang…,” katanya.

Saya sempat ragu. Namun aroma pandan bunga itu memang mirip dengan aroma pandan bunga di rumah bapak di Malang. Gusti Allah, saya terkejut menyadari pemandangan di hadapan kami. Semak di situ demikian kering, namun tanaman merambat bunga wangi pandan ini bisa bertahan dan bahkan berbunga banyak pula. Ini bukan kebetulan. Ini pertanda perjalanan ini dibahagiakan Allah. Semoga pula menjadi pertanda baik dari kemelut di pekerjaan….

Saya dan Vallaris glabra
Saya dan Vallaris glabra

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s