Posted in Opini

As Long As You Happy

Saya punya dua tulisan yang tertunda. Seharusnya tulisan-tulisan itu tayang di blog ini pada saat kejadian. Yaitu bulan Mei dan November 2014 lalu. Tapi pengaruh media sosial begitu buruk pada mood menulis saya. Saya malah lebih lama membaca media sosial dibanding menuliskan posting baru. Akibatnya yang muncul justru tulisan ini. Tulisan yang menguraikan seputar menyikapi media sosial .

Bagi saya media sosial menjadi semakin keruh sejak pilpres 2014. Sejak itu, terjadilah banyak perang sengit buingits di berbagai media sosial. Bacaan di timeline makin memusingkan. Orang jadi berpihak sedalam mungkin sekaligus menguraikan sisi buruk sedalam mungkin. Anehnya saya tidak menghentikan membacanya. Makin berat rasanya menulis kejadian-kejadian lumrah yang ringan di tengah timeline keruh di media sosial. Ingin menulis, tapi terbentur suasana yang super sensitif dan keruh di sana. Tadinya saya menolak dan menggugat situasi itu. Mengapa soal keyakinan menjadi serba diumbar. Lima orang tentu akan punya lima keyakinan yang tidak persis sama. Jadi jika satu orang menuliskan keyakinannya di media sosial, tentu dengan mudah akan memunculkan banyak reaksi yang kurang atau tidak sependapat. Pernah saya menghapus pertemanan dengan seseorang karena bagi saya tulisannya arogan. Namun teman saya itu meminta pertemanan lagi. Saya pun menerimanya. Kemunculannya tidak beda dengan sebelumnya. Tulisan sang teman ini masih saja menukik-nukik tidak membuat sejuk. Ketika membacanya terasa makin galau saja. Anehnya lagi (aneh yang kedua), saya tidak menghentikan membaca tulisan di media sosial. Kali ini saya membacanya secara cepat dan sekilas. Tidak lagi detil seperti dulu.

Berbulan-bulan, tahun pun berganti. Sampailah pada kesimpulan. Saya tak perlu lagi merespon apa pun. Saya mulai jarang menulis di berbagai timeline media sosial. Saya mulai meninggalkan menulis kata-kata bijak yang dikutip dari sana-sini. Namun ketika ada berita yang menggelitik saya kembali bereaksi. Tidak berupa kalimat, namun berupa update foto profil baru, atau mengunggah foto-foto alam dan juga lagu-lagu. Apa yang terjadi? Suasana media sosial agaknya tidak berubah. Persoalan keyakinan tetap diunggah. Kritik sosial politik apalagi…. padat!

“Sudahlah…,” batin saya.

“As long as you happy,” itu akhirnya yang tersimpul di kepala.

Eze France
Eze France

Selama engkau senang, buatlah posting yang membuatmu senang, lega dan damai. Teman baikmu pasti mendoakanmu. Selamat berkarya…

See you….

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s