Posted in Diary, Opini

NatGeo Wild-isme

Wow…kalau soal alam ada banyak rupa gerakannya. Menurut saya yang bisa dijadikan patron utama adalah tayangan National Geography-Wild  yang ditayangkan dalam satu channel khusus di televisi. Akibat tayangan NatGeo-Wild itu dan reaksi seorang teman di dunia maya, munculah tulisan ini.

Sumber : https://www.pinterest.com/pin/344736546446223405/
Sumber : https://www.pinterest.com/pin/344736546446223405/

Sepengetahuan saya selama bergaul di dunia nyata dan tidak nyata (dunia maya di berbagai sosial media) bisa disebutkan beberapa gerakan cinta alam misalnya : di sekolah dan perguruan tinggi dengan grup pecinta alamnya dan juga di fakultas yang memuat mata kuliah ekologi, kehutanan, pertanian, peternakan juga perikanan. Gerakan cinta alam di tengah masyarakat juga muncul secara acak, ada tabloid atau website yang khusus mengupas tujuan wisata alam, dan ada juga acara stasiun tivi yang cukup menjamur berbicara soal alam liar Indonesia, destinasi spot alam cantik tersembunyi di berbagai pelosok negri. Ada juga sosok-sosok pecinta alam yang mau mengajak teman-temannya hingga terbentuk komunitas khusus untuk menjelajah alam liar, baik jalan kaki, naik sepeda, menggunakan motor trail atau kendaraan-kendaraan roda empat. Jutaan bahkan lebih rupa gerakan yang ada, maka jutaan pula jejaknya. Namun satu objeknya yaitu : to love nature –mencintai alam.

Kita menjatuhkan diri pada pilihan “cinta alam” kadang-kadang karena terjebak pekerjaan. Kadang juga memang sudah dititiskan ke darah kita sejak lahir. Kalau di soal kerjaan, kadang kita terlibat dengan orang-orang yang memiliki hobi jelajah alam. Akhirnya kita tenggelam di dunia itu dan berenang-renang menikmatinya. Itu namanya tergiring lalu tercebur di arena. Bagi yang bisa menikmati , ia akan mengembangkan perannya untuk menyebarluaskan kecintaan alamnya pada masyarakat luas. Bagi yang setengah-setengah saja menikmati, gaungnya akan berhenti di permukaan kulitnya. Bagaimana pun hasrat kecintaan tidak bisa dipaksakan. Kalau kita terjun di dalamnya, itu sudah garis tangan. Menurut bahasa yang lebih serius disebutkan : Tuhan sudah memilihmu.

Jadi kalau sudah cinta ya jangan marah lihat gerakan orang lain yang punya rupa beda. Yang suka jalan, ya nggak perlu marah lihat orang lain yang sedang gembar-gembor mempromokan gerakan komunitasnya. Ada komunitas modal dengkul (tak memerlukan banyak biaya) , ada komunitas banyak biaya (karena kebetulan anggotanya orang-orang berduit), ada komunitas yang dibiayai negara (karena ia bergerak dalam institusi pendidikan milik negara), ada juga yang disponsori swasta dan ada yang mencari uang dari gerakan cinta alamnya. Beberapa yang saya sebutkan di atas juga masih sangat terbatas jenisnya. Terbatas kemampuan saya untuk menjabarkan motivasi gerakan mencintai alam. Terlalu luas.

Saya ingin cerita tentang motivasi gerakan cinta alam yang mendatangkan duit. Saya terkesan dengan sepak terjang dan motivasinya. Seorang mantan reporter tivi, yang juga penyiar berita, memutuskan pensiun dari pekerjaannya dan mengambil kerjaan baru di bidang traveling. Ia membangun website bersama fotografer rekan kerjanya. Websitenya memuat foto-foto bagus yang membuat saya jatuh cinta. Kualitas foto yang bagus memang bisa menarik jutaan calon pelancong untuk datang ke tujuan wisata yang sedang di promokan. Sang fotografer itu juga berhasil menjangkau pulau terpencil di kawasan perairan Maluku untuk berjumpa burung pelikan yang datang ke pulau tersebut pada musim tertentu.

Pelikan di Baronda Maluku . Sumber : http://marischkaprudence.blogspot.com/search/label/%23BarondaMaluku
Pelikan di Baronda Maluku . Sumber : http://marischkaprudence.blogspot.com/search/label/%23BarondaMaluku

Saya yang karena terbatas geraknya di seputaran pulau Sumbawa, merasa surprise melihat hasrat sampai sejauh itu menunggu kehadiran pelikan-pelikan mendarat di pulau terpencil di Maluku. Ah mungkin tak adil juga yah saya memuji berlebihan di tengah hati Anda yah? Tapi point saya… ada banyak percikan kebahagiaan di sekitar kita, dimanapun kita berada. Berdoalah mendapatkannya. Jika sudah Anda dapat, saya ucapkan selamat! Semoga kebahagiaan tak luntur diterpa badai.

Untuk pembaca “NatGeo Wild-isme” …trims sudah mampir.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s