Posted in Facebook, Opini

FACEBOOKER (4)

Sumber : http://www.pinterest.com/pin/146155950381235480/
Sumber : http://www.pinterest.com/pin/146155950381235480/

Makin tua usia Facebook, makin banyak perubahan yang dirasakan penggunanya. Perubahan itu adalah pengguna bisa makin menjauh atau tetap konsisten melakukan log in.  Pengguna yang sejak awal terlihat aktif, sebagian diantaranya cenderung tetap aktif sampai tahun ke 10 usia Facebook. Para penggunanya tetap punya karakter khusus yang relatif mudah dilihat/terbaca. Master marketing berada di urutan teratas dalam frekuensi mengaksesnya. Para penulis , terutama yang masih merintis menjadi penulis profesional, membuat Facebook sebagai arena bermain yang empuk. Katagori motivator juga menempati top updater.Yang malu-malu juga masih sesekali menuliskan sesuatu di Facebook dalam frekuensi entah setahun sekali, satu semester sekali atau sebulan sekali.

Kejutan Facebook di ultahnya ke 10 cukup mengena di hati penggunanya. Memanah sisi melow penggunanya dengan tepat. Facebook di hari jadinya ke 10 menawarkan video keleidoskop masing-masing penggunanya. Anak-anak, wanita tua-muda, pria tua-muda menyambut tawaran itu dengan mengakses link video tersebut melalui akun mereka masing-masing. Saya termasuk di antara yang mengakses dan mempublikasikan video kaleidoskop itu. Menurut saya, mengenang peristiwa penting yang kita posting di Facebook, bisa tuh menambah sedikit motivasi. Bahkan kilas balik lewat video persembahan Facebook tersebut bisa juga membantu kita makin melihat kekurangan kita.

Pernah ada ramalan bahwa Facebook akan pudar popularitasnya setelah tahun ke 10 usianya. Para peramal sosial media itu membandingkan dengan Yahoo. Yahoo kalah tenar dengan Facebook dan akhirnya menurun pamornya setelah berusia 10 tahun (tahun 2004, Yahoo berusia 10 tahun). Meski tetap hidup,  Yahoo tidak bisa kembali pada masa jayanya dulu. Facebook kini (2014) berusia 10 tahun. Dosis filantropinya (bakti sosial) makin besar , pengembangan teknologi maupun jumlah pengguna juga makin besar. Ramalan penurunan pamor memang belum terbukti. Benarkah Facebook  akan memudar setelah ultahnya ke 10?

Facebook sepertinya sangat berminat sekali pada akses seluas-luasnya. Juga sangat berminat menghubungkan antar manusia sebanyak-banyaknya. Sehingga media sosial yang dibeli Facebook adalah yang memiliki kriteria itu. Lalu apa yang dirasakan penggunanya dengan model koneksi sebanyak-banyaknya antar manusia seperti dalam model koneksi Facebook? Pada awal penggunaannya, para facebooker cenderung hanya membagi tulisan yang dirasakan paling berkesan baginya saja. Facebooker di awal penggunaannya tidak peduli perasaan/reaksi orang lain. Ia menuliskan apa saja yang dirasa menyenangkan hatinya. Beberapa pengguna yang telah berpikiran dewasa dan punya empati terhadap orang lain, lama-lama mereka menyadari bahwa mereka menyukai tulisan-tulisan di wall Facebook yang bersifat universal saja. Kesadaran itu akhirnya membuat dirinya berusaha menuliskan hal-hal yang bersifat universal juga.

Btw… saya pengguna Facebook, maka saya adalah facebooker. Keep calm yaaa  … hanya sampai di sini saja postingnya… salam buat keluarga Anda. Trimakasih sudah log in di site ini…

Advertisements
Posted in Diary, Facebook, Mikropreneur

Facebooker (3)

17AGUSTUS1945
17AGUSTUS1945

Hari MERDEKA itu menyatukan semua unsur negri

Hari MERDEKA itu semua bergerak ingin membuat baik

Hari MERDEKA itu adalah membuat sebuah posting

Hari MERDEKA itu membuat foto profil dengan bendera merah-putih

Hari MERDEKA itu melakukan upacara bendera di facebook

Hari MERDEKA tahun 2013 ini negri ini dihiasi kasus korupsi (lagi) dan aura darah dari negri jauh (Mesir).  Benar teman saya (Adrianus Drago) bilang :

Kasus Rudi seakan mematahkan teori bahwa Kebodohan dan Kemiskinan adalah sumber kejahatan.

Tanya kenapa?

Juga telah patah teori bahwa gelar-gelar keteladanan kini tidak menjamin lagi bahwa orang yang disematkan gelar teladan, belum tentu bisa jadi teladan selamanya. Akhirnya kita bilang, mereka dengan gelar indah tersebut juga manusia.

Semangat hari MERDEKA mendorong saya melanjutkan serial posting “Facebooker”. Posting ini sudah beberapa bulan teronggok di kotak draft.  Koneksi antar pengguna facebook itu nyata. Satu status baik yang konsisten dari seorang teman benar-benar bisa mempengaruhi pandangan positif teman lainnya. Bisa mengubah sudut pandangnya. Teman saya seorang PNS rajin sekali meng-update status. Tulisan-tulisannya terasa datar-datar saja terbaca.  Kadang ia menulis hal yang gak penting-penting amat. Membuat kita berpikir, “Ngapain nulis beginian?” Tapi karena kita baca tiap hari, akhirnya kita mengerti. Sang teman tersebut sedang mengajarkan kita tentang konsisten. Konsisten di tempat kerja tentunya. Seorang teman yang lainnya, rajin sekali meng-upload  foto-foto di latar belakang tempat yang tak pernah kita jangkau, dan sering kita impikan. Segala sudut rumah ia tayangkan di facebook. Untuk apa? Begitu sering muncul dalam pikiran kita. Namun akhirnya kita kembali, bahwa segala sesuatu yang hadir di depan kita, tertangkap mata kita adalah bukan sebuah kebetulan. Maksudnya, kita disuruh menggali latar belakang mengapa orang tersebut merasa perlu memberi tahu khalayak secara detil tentang rumahnya, tentang segala aktivitasnya atau tentang keluarganya. Kalau kita suka berpikir positif tentu kita bisa menangkap banyak hal baik di balik kisah teman kita itu. Intinya pengaruh itu sangatlah nyata. Minimal belajar bertoleransi. Semakin sering bertoleransi, semakin banyak hal baik akan kita dapatkan. Banyak orang mengajarkan bahwa dibalik apa yang kelihatan itu ada kerja dan pengorbanan yang sepadan. Orang banyak mengecam dan menilai dari yang tampak secara sepihak tanpa memperhatian perjuangan dibalik itu. Sehingga penilaian orang menjadi tidak adil, penilaian akan terbaca sinis dan sepihak. Apa salah penilaian yang sinis tersebut? Enggak juga sih. Kalau kita bisa menilai sinis orang lain, maka kita nggak boleh marah dong kalau orang lain balik menilai kita secara sinis. Fair kan?

DO YOU NEED HELP?
DO YOU NEED HELP?

Status humor lumayan menyegarkan di antara tulisan-tulisan yang serius. Jika kita telah lama aktif di facebook, lama-lama kita hafal ekspresi-ekspresi ekstrim yang kadang tak perlu kita tanggapi secara serius.  Menuliskan impian semuluk mungkin, menulis curahan hati yang super lebay, atau menuangkan amarah yang kasar, ketiga hal itu  telah sering kita baca di facebook. Jadi Anda mau apa? Mau menghayati itu semua sepenuh hati? Janganlah! Rugi waktu Anda memberikan perhatian berlebih terhadap tulisan-tulisan lebay, kasar atau muluk-muluk.  Fair nggak?  Sekian dulu tulisan di hari MERDEKA ini.

 “Jangan lelah mencintai negri ini (Ulil Abshar)”

Posted in Facebook, Mikropreneur

Facebooker (1)

Hey… apa kabar pembaca budiman? Hari ini sudah lima tahun berjalan sejak pertama kali saya  mengakses facebook di tahun 2008. Saya sejak beberapa tahun lalu mulai menduga-duga, suatu saat akan ada cabang ilmu “facebook psycology” atau “social media psycology”. Saat ini telah ada psikologi sosial, yang  didasarkan dari perilaku sosial di dunia nyata.  Sepertinya ilmu dari psikologi sosial akan dikembangkan ke psikologi media sosial.

Image

Facebook pada dasarnya adalah tentang menulis.  Siapa gemar menulis dia akan getol nulis status. Facebook pada dasarnya adalah pede bercerita, jadi orang yang senang bercerita tentang apa pun, mereka juga akan heboh menulis di facebook. Facebook banyak memaparkan  tulisan motivasi, jadi yang tidak gemar nulis tapi gemar baca akan banyak termotivasi. Facebook juga dominan tentang unjuk karya, sehingga pengunggah hasil karya akan saling bersaing dan menginspirasi satu sama lain. Itu semua baru sebagian kecil psikologi facebook yang memberi dampak bagi penggunanya. Pengguna yang dimaksud adalah mereka yang hanya membaca-baca saja, para penulis status dan para pengunggah hasil karya kreativitasnya.

Oya, di tivi swasta ada acara yang dinamakan facebooker ya? Entah apa  isinya, saya hampir tidak pernah menontonnya. Jadi tulisan ini mungkin agak jauh dari cerita acara tersebut dan tulisan ini memang bukan membahas acara itu.

Ah iya teman, ….. sayang dampak negatifnya juga nggak sedikit yah! Sebagaimana televisi, atau media lainnya, mereka juga punya dampak negatif. Rambu-rambu menggunakan media sosial sudah banyak kok diunggah di internet. Sebagai pribadi, masing-masing pengguna akhirnya harus memilah sendiri mana yang baik dan mana tidak baik untuk diunggah. Cuman mesti diingat keanekaragaman karakter lho ya … baik buat kita belum tentu baik buat orang lain. Hindari perdebatan jika beda pendapat, tak ada gunanya berdebat di media sosial.

Hari sudah malam teman, tulisan ini masih akan berkembang. Tapi mata sudah sangat lelah hari ini. Esok semoga ada waktu untuk melanjutkannya. Semoga ada manfaat bagi pembaca sekalian. Selamat malam.

Posted in Diary, Facebook

Facebook

Anak jerapah
Anak jerapah

Facebook (Fb).  Saya bergabung dengan Fb tahun 2008 diajak oleh adik saya. Sifat introvert , tempat tinggal saya yang kota kecil dan akses internet yang masih minim membuat saya sangat-sangat terkucil dari hingar-bingar internet, terkucil dari keluarga, dari teman dan rupa-rupa kemajuan kota besar. Dasar dari semua keterkucilan saya adalah sifat introvert. Tidak terbuka, tidak bertukar informasi , tidak punya koneksi untuk membuka wawasan , minim teman , hanya berkutat dengan imajinasi sendiri , begitulah mayoritas sehari-hari dilalui. Boleh lah gambar anak jerapah di atas mewakili kondisi keterkucilan saya. Datangnya pembukaan wawasan dan network melalui facebook merupakan pertolongan khusus yang baik. Seperti tarzan masuk kota, menjadi norak, …  Saya menjadi membabi buta menikmati indahnya dunia, meski dunia dalam bentuk maya. Apa yang pernah saya cita-citakan tiba-tiba terpampang di depan mata. Maka saya pun memasuki masa euforia facebook selama sekitar dua tahun.

Mark & Priscilla
Mark & Priscilla 

Anda mengenal foto pasangan di atas kan? Dialah Mark Zuckerberg sang pendiri Facebook dan istrinya Priscilla Chan. Saya menyukai kedua sosok itu, dan menyukai karakter foto tersebut. Kini facebook tetap jadi sumber pembelajaran karakter yang menantang. Teman-teman yang rajin meng-update status adalah sumber pembelajaran yang baik. Mereka memberi data, dan saya pun memberi data di dalam site itu.

Mengenal karakter teman lewat facebook barangkali setara dengan mengenal secara nyata. Tetap ada kelebihan dan kekurangan masing-masing. Manusia introvert akan lebih suka memahami karakter melalui tulisan di media sosial atau melihat kerumunan orang dari jauh saja untuk memahami karakter orang lain. Manusia ekstrovert (terbuka) bisa lebih enjoy di tengah kerumunan orang banyak, dan lebih percaya diri dengan melakukan kontak dengan banyak orang sesering mungkin , di media sosial atau di dunia nyata.

Perkelahian di dunia nyata juga terjadi di dunia maya. Bayangkan kita menulis di depan puluhan/ratusan teman dan langsung bisa direspon positif maupun negatif, jika kita menuruti adrenalin/nafsu/ego saja, bisa berantem beneran di dunia nyata. Jangankan kata-kata kasar semacam menuliskan nama-nama hewan untuk mengumpat/memaki, menuliskan kata-kata biasa saja pun bisa diartikan lain oleh pembaca. Tetapi jika kita konsisten dengan maksud baik kita, mudah-mudahan teman di media sosial bisa menerima dalam waktu sesingkat mungkin.  Adakah tantangan lain buat Anda? #facebooker